• Home
  • Foto Hot
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

berita unik aneh

  • Home
  • Gambar Hot
  • Zona Dewasa
Home » Uncategories » Benalu dalam Birokrasi di Indonesia

Benalu dalam Birokrasi di Indonesia

oleh : berita unik aneh
Satu hari menjelang pilkada. Beberapa orang tahu, beberapa orang pula tak tahu mengenai keberadaan benalu yang selama ini menggerogoti nutrisi APBN kita secara diam-diam. Ya, itulah pemilu, deritanya tiada henti, banyak orang yang bilang kemudian: "pemilu hanya menjadi sebuah ajang panggung sandiwara yang komersil, dalang yang mata duitan dan aktris yang tidak sadar kalau dirinya diperbudak". Apa maksudnya?, pemilu yang notabanenya adalah salah satu bentuk dari demokratisasi di negara ini malah menjadi sebuah ajang untuk menggapai tujuan berupa uang dan kekuasaan. Dalang, sang pemimpin yang mata duitan dengan suksesnya memperbuadak sang aktris, ya siapa lagi pemeran utama di negara yang semrawut ini kalau bukan kita, masyarakat sipil yang mudah dibodohi dan terus diperbodoh.

[imagetag]

Itulah gambaran sederhana yang ingin saya utarakan berhubungan dengan pemimpin dan yang dipimpin. Sedikit analogi sederhana, kita tahu sendiri berapa besar dana kampanye yang dikeluarkan untuk berkampanye tiap harinya apalagi saat detik-detik menjelang pemilu, wah.. sungguh luar bisa. Bahkan mungkin bisa bermilyar-milyaran rupiah. Mulai dari pemilihan ketua RT, Camat, Lurah, Bupati, sampai Presiden. Semuanya butuh dana entah itu untuk tebar pesona di mata publik, memasang topeng malaikat, atau untuk melicinkan arus persaingan. Lalu, apa sesungguhnya yang diharapkan dari pemilu?, kemenangan, itulah jawabanya. Melihat kenyataan bahwa tujuan akhir dari sebuah pemilu adalah kemenangan atau sering kita sebut glory, timbullah pertanyaan, apa sih tujuan menjadi seorang pemimpin?, popularitas?, pahala?, nama besar? Atau apalah itu namanya?, kenapa orang sampai berebut kursi kekuasaan bahkan dengan melakukan tindak kekerasan kepada pihak lain baik secara fisik maupun psikologis?. Uang, tujuannya uang, mengapa saya berkata demikian?, karena saya punya asumsi dasar bahwa seberapa banyakpun uang yang mereka keluarkan untuk kepentingan partai, mereka akan dengan senang hati mengeluarkannya karena ketika mereka menang, uang yang telah dikeluarkan pun akan kembali dengan sendirinya. Mereka punya keyakinan bahwa uang yang mereka keluarkan akan kembali dengan sendirinya bahkan berkali-kali lipat entah bagaimana caranya.

Pertanyaan yang timbul kemudian ialah bagaimana uang yang dikeluarkan tadi dapat kembali ketika suatu pertai menang dalam pemilu yang kita tahu uang itu tentu sudah habis untuk biaya kampanye, tebar pesona menjelang pemilu, serta jelan-jalan dengan topeng malaikat?. Bagaimana uang itu bisa kembali?.

"wajib hukumnya uang kampanye itu kembali". Tulisan disamping tak akan kita temukan pada kantor pusat sebuah partai politik, tapi kalau kita bisa membaca pikiran, mungkin akan kita temukan pada setiap orang yang mondar-mandir di kantor tersebut. Ya, itulah sebuah komitmen yang dipegang oleh tiap-tiap individu yang tergabung dalam ranah politik.

Kenyataan diatas, memberikan beban yang sangat bagi perekonomian di Indonesia, bayangkan ada berapa partai yang terdaftar dalam pemilu, serta berapa banyak uang yang telah dikeluarkan untuk berkampanye, saya tahu besarnya dana kampanye yang digunakan bukan urusan saya, tapi yang memperihatinkan ialah ketika sang pemenang mempunyai perinsip "wajib hukumnya uang kampanye itu kembali", secara tidak mau saya harus ikut campur?, bukan begitu?.

Kampanye bisa, bahkan sangat baik, tapi bukan berarti kampanye harus menghabiskan banyak dana dan waktu yang tidak berguna. Masalah seperti berbagi pesona dengan uang merah, atau berjalan-jalan dengan memakai topeng malaikat hendaknya disudahi cukup sampai disini. Negara kita ini tidak butuh pemimpin yang terkenal, populer, dan dermawan. Negara kita ini butuh pemimpin, bukan orang yang selalu berpolitik di setiap kesempatan. Di pengajian, lembaga pendidikan, pemukiman penduduk, kolong jembatan, atau dimanapun. Sekali lagi, promosi, kampanye, itu penting. Tapi pertanyaan yang lebih penting perlukan kempanye itu dilakukan?, apa tujuan kita kampanye dan apa tujuan kita mengikuti pemilu?, kalau hanya cari untung kita tidak butuh pemimpin seperti ANDA!. Itulah benalu dalam birokrasi di Indonesia.

Gambar : atjehpost.com



Sumbar

703302


Posted by Unknown - Rating: 4.5
Title : Benalu dalam Birokrasi di Indonesia
Description oleh : berita unik aneh, Satu hari menjelang pilkada . Beberapa orang tahu, beberapa orang pula tak tahu mengenai keberadaan benalu yang selama ini menggerogoti nu...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Benalu dalam Birokrasi di Indonesia"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Hot Lainnya

Copyright © 2012 berita unik aneh - All Rights Reserved
Design by Tahan Lama - Powered by Blogger